Saham Asia Naik Ditengah Lemahnya Data Tenaga Kerja AS
Bursa Asia ikut naik bareng Wall Street pada Kamis (4/9) setelah data lowongan kerja AS yang jeblok makin nguatkan spekulasi kalau The Fed bakal nurunin suku bunga.
Saham di Jepang, Australia, dan Korea Selatan langsung hijau di awal perdagangan. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 juga lanjut naik tipis. Sementara itu, yield obligasi Australia ngikutin gerak obligasi AS yang turun hampir 5 basis poin ke 4,37%. Minyak agak turun, tapi emas tetap stabil.
Dengan lowongan kerja jatuh ke level terendah 10 bulan, trader sekarang hampir yakin The Fed bakal cut rate di September dan ada kemungkinan dua kali lagi tahun ini. Perubahan sentimen ini bikin saham-saham AS bangkit setelah dua hari merah, sekaligus ngedukung obligasi sebelum rilis laporan tenaga kerja AS besok.
Sementara Kyle Rodda, analis pasar senior di Capital.com, bilang data ini “tanda lain kalau pasar tenaga kerja mulai melambat” dan itu jelas jadi alasan kuat buat pemangkasan bunga. Ekonom sendiri proyeksi ada penambahan sekitar 75 ribu pekerjaan di Agustus, dengan tingkat pengangguran diperkirakan di 4,3%.
Kalau bener empat bulan berturut-turut pertumbuhan payroll di bawah 100 ribu, itu bakal jadi periode terlemah sejak awal pandemi 2020.(yds)
Sumber: Bloomberg