Ekuitas Eropa Rontok, Inflasi Zona Euro Jadi Sorotan Investor
Pasar saham Eropa ditutup melemah dalam perdagangan Selasa (2/9) dengan Stoxx Europe 600 merosot 1,47%, DAX Jerman anjlok 2,21%, FTSE 100 melemah 0,87%, CAC Prancis melemah 0,70%, dan Indeks Pasar Swiss melemah 0,72%.
Inflasi tahunan Zona Euro diperkirakan mencapai 2,1% pada bulan Agustus, naik dari 2,0% pada bulan Juli, sementara inflasi bulanan diperkirakan mencapai 0,2%, menurut perkiraan awal dari Eurostat, badan statistik Uni Eropa.
Tingkat inflasi tahunan tertinggi terjadi di Estonia (6,2%), Kroasia (4,6%), dan Slovakia (4,4%), sementara inflasi terendah terjadi di Siprus (-0,1%), diikuti oleh Prancis (0,8%), Italia (1,7%), dan Irlandia (1,8%).
Eurostat menyatakan bahwa kontributor utama inflasi kemungkinan besar adalah kenaikan harga makanan, alkohol, dan tembakau, yang diperkirakan mencapai 3,2% pada bulan Agustus, turun dari 3,3% pada bulan Juli. Sektor jasa juga berkontribusi terhadap inflasi sebesar 3,1%, dibandingkan dengan 3,2% pada bulan Juli.
Dan dalam berita korporat, Uni Eropa menunda rencananya untuk mendenda Google Alphabet pada 1 September karena diduga menyalahgunakan posisi dominannya dalam teknologi periklanan karena kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump akan membalas dengan menggagalkan kesepakatan perdagangan blok tersebut dengan AS, Bloomberg melaporkan pada hari Selasa, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Sumber: MT Newswires