Saham Asia Menguat Setelah Powell Isyaratkan Pemangkasan Suku Bunga
Pasar saham Asia dibuka naik meniru reli Wall Street setelah Ketua The Fed Jerome Powell memberi sinyal pemangkasan suku bunga. MSCI Asia +0,2%, Jepang dan Korea menguat, sementara indeks Australia mencetak rekor baru. Di obligasi AS, Treasuries melemah di pembukaan sehingga yield 2-tahun naik 1 bps ke 3,70%. Indeks dolar +0,1% setelah membukukan penurunan mingguan ketiga beruntun.
Para pelaku pasar kini memperkirakan 84% peluang The Fed memangkas suku bunga bulan depan, menyusul sinyal di Jackson Hole bahwa pelonggaran bisa datang meski inflasi belum sepenuhnya ke target dan pasar tenaga kerja melemah. Namun pembuat kebijakan tetap terbelah, dengan peringatan soal risiko harga dari tarif dagang AS jelang rilis data inflasi penting pekan ini.
Menurut Hebe Chen (Vantage Markets), sinyal Powell yang “keinginan jadi kenyataan” menopang selera risiko dan bisa menjaga sentimen hingga rapat Fed 17 September. Dengan nada itu, reli Asia berpeluang berlanjut selama data tidak mengecewakan dan pesan kebijakan tetap konsisten.
China menjadi sorotan. Di satu sisi, reli yang stabil mengurangi risiko koreksi mendadak; di sisi lain, tarif dan krisis properti menekan prospek sehingga sebagian analis mengendus potensi gelembung. Nasdaq Golden Dragon China +2,7% pada Jumat, dan futures mengisyaratkan pembukaan lebih kuat untuk Hong Kong serta pasar daratan.
Di AS, sentimen sempat lemah — S&P 500 turun 5 hari beruntun — sebelum melonjak terbaik sejak Mei usai komentar Powell. Dalam pidatonya yang kemungkinan terakhir di Jackson Hole sebagai ketua, Powell menekankan sinyal ekonomi yang masih “berawan”: dampak tarif ke harga mulai terlihat, tetapi belum pasti memicu inflasi persisten; sementara pasar tenaga kerja “curious” dengan permintaan dan pasokan tenaga kerja sama-sama menurun.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id