Dow Turun 200 Poin Setelah Inflasi Grosir Bulan Juli Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Saham-saham melemah pada hari Kamis (14/8) setelah laporan inflasi terbaru menunjukkan bahwa biaya grosir naik lebih tinggi dari perkiraan bulan lalu.
Dow Jones Industrial Average turun 200 poin, atau sekitar 0,5%. S&P 500 turun 0,4%, sementara Nasdaq Composite turun 0,3%.
Investor memasuki sesi perdagangan dengan optimis, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru di sesi sebelumnya. Indeks acuan terguncang awal pekan ini setelah rilis laporan inflasi harga konsumen bulan Juli yang lebih rendah dari perkiraan. Laporan tersebut memicu harapan investor akan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir pertemuan kebijakan bulan September.
Namun, investor merasa kecewa setelah data indeks harga produsen bulan Juli menunjukkan bahwa penurunan suku bunga tersebut masih jauh dari pasti. Harga grosir naik 0,9% pada bulan tersebut, jauh lebih tinggi daripada ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 0,2%. Indeks tersebut stagnan di bulan Juni. Harga grosir dapat menjadi indikator utama harga konsumen.
Beberapa pedagang mengabaikan angka PPI ini karena laporan menunjukkan kenaikan tersebut didorong oleh kenaikan besar dalam "manajemen portofolio", serta harga tiket pesawat. Tanpa faktor-faktor tersebut, angka-angka tersebut akan jauh lebih mendekati perkiraan.(mrv)
Sumber : CNBC