Bursa Asia Menguat, Dolar Melemah di Tengah Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga
Pasar saham Asia dibuka menguat pada Jumat (8/08), menandai kenaikan lima hari berturut-turut. Kinerja bursa ditopang oleh saham teknologi Jepang, terutama Sony dan SoftBank, yang melesat setelah melaporkan kinerja keuangan yang kuat. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5%, sementara Nikkei 225 melonjak 1,3%. Kontrak berjangka saham AS juga ikut naik tipis.
Sementara itu, dolar AS melemah untuk hari keenam berturut-turut, mencatat penurunan terpanjang sejak Maret 2024. Yen sempat menguat sebelum terkoreksi kembali setelah Jepang dan AS sepakat mengakhiri kebijakan tarif universal dan memangkas bea mobil secara bersamaan. Kondisi ini menambah sentimen positif di pasar Asia, yang sedang menuju pekan terbaiknya sejak Juni.
Optimisme pasar juga didorong oleh harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, serta membaiknya laporan keuangan perusahaan. Namun, sebagian analis mengingatkan risiko koreksi dalam waktu dekat karena valuasi saham AS yang sudah tinggi. Musim gugur, khususnya Agustus dan September, dikenal sebagai periode yang kurang bersahabat bagi indeks S&P 500.
Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan klaim pengangguran lanjutan AS naik ke level tertinggi sejak November 2021. Sementara itu, Presiden Trump mengumumkan akan menunjuk Stephen Miran sebagai gubernur Fed sementara, dan mempertimbangkannya sebagai calon pengganti Jerome Powell pada Mei mendatang. Miran diperkirakan mendukung suku bunga rendah, namun tidak akan mendorong pemangkasan jika data ekonomi belum mendukung.
Poin Penting:
- Bursa Asia naik, MSCI Asia Pacific +0,5%, Nikkei +1,3%
- Dolar melemah 6 hari berturut-turut, terpanjang sejak Maret 2024
- Harapan pemangkasan suku bunga Fed dorong sentimen positif
- Valuasi tinggi dan musim gugur picu kekhawatiran koreksi di Wall Street
- Klaim pengangguran AS naik, tekanan di pasar tenaga kerja meningkat
- Trump tunjuk Stephen Miran sebagai calon gubernur The Fed. (ayu)
Sumber: Newsmaker.id