Saham Asia Menguat, ada Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Pasar saham Asia dibuka menguat pada Selasa (5/8) setelah reli kuat di Wall Street, yang dipicu oleh aksi beli saat harga turun dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Indeks saham di Jepang, Korea Selatan, dan Australia mengalami kenaikan, sementara indeks MSCI Asia Pacific tercatat naik 0,4%.
Kenaikan ini mengikuti lonjakan tajam indeks S&P 500, yang mencatatkan reli harian terbesar sejak Mei setelah data ketenagakerjaan AS yang lemah memperkuat keyakinan investor terhadap kemungkinan penurunan suku bunga. Saham-saham teknologi raksasa seperti Nvidia dan Meta melonjak lebih dari 3,5%, membantu mendongkrak sentimen pasar. Presiden Trump juga menyambut baik pergerakan tersebut dan menyebutnya sebagai “hari yang baik bagi pasar saham”.
Meski begitu, beberapa analis pasar dari Morgan Stanley, Deutsche Bank, dan Evercore ISI memperingatkan bahwa reli saat ini bisa bersifat sementara. Mereka menilai valuasi saham yang tinggi dapat menjadi rentan di tengah data ekonomi yang mulai melemah. Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, juga menyatakan bahwa waktu untuk pemangkasan suku bunga “semakin dekat”.
Sementara itu, ketegangan perdagangan tetap menjadi perhatian. Uni Eropa menunda tarif balasan terhadap AS, dan Trump diperkirakan akan mengumumkan pengecualian tarif untuk beberapa barang dari Eropa. Di sisi lain, Swiss masih berusaha meringankan tarif 39% untuk ekspornya. Di tengah ketidakpastian global ini, investor terus mencermati arah kebijakan moneter dan perkembangan geopolitik yang bisa mempengaruhi pasar dalam waktu dekat.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id