Saham AS Naik Tajam, Pasar Yakin The Fed Akan Turunkan Suku Bunga
Ketiga indeks saham utama AS ditutup menguat lebih dari 1% pada hari Senin (4/8) karena investor mencari saham murah setelah aksi jual sesi sebelumnya dan meningkatkan spekulasi penurunan suku bunga pada bulan September menyusul data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Jumat.
Saham Tesla naik setelah produsen kendaraan listrik tersebut memberikan 96 juta lembar saham senilai sekitar $29 miliar kepada CEO Elon Musk.
Opsional untuk penurunan suku bunga pada bulan September kini mencapai sekitar 84%, menurut CME Fedwatch. Pelaku pasar memperkirakan setidaknya akan ada dua penurunan suku bunga seperempat poin pada akhir tahun ini.
Data ketenagakerjaan bulan Juli yang suram pada hari Jumat juga disertai revisi penurunan tajam untuk bulan Mei dan Juni.
S&P 500 dan Nasdaq baru-baru ini mencapai serangkaian rekor tertinggi. Menurut data awal, S&P 500 menguat 92,06 poin, atau 1,48%, dan ditutup pada level 6.330,07, sementara Nasdaq Composite menguat 400,43 poin, atau 1,94%, ke level 21.050,56. Dow Jones Industrial Average naik 588,78 poin, atau 1,35%, ke level 44.177,36.
Investor masih mencerna keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memecat Komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja Erika McEntarfer pada hari Jumat, menuduhnya memalsukan data ketenagakerjaan yang lemah.
Pada hari Jumat juga, Gubernur The Fed Adriana Kugler tiba-tiba mengundurkan diri, yang dapat membuka peluang bagi Presiden AS Donald Trump untuk merombak kepemimpinan bank sentral demi keuntungannya.
Trump telah mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga. (Arl)
Sumber: Reuters