Saham AS Ditutup Menguat Meski Sesi Volatil
Bursa saham AS ditutup menguat pada Rabu (17/7) setelah Presiden Donald Trump membantah kabar bahwa ia berencana memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell, meski tidak sepenuhnya menutup kemungkinan tersebut.
Indeks S&P 500 naik 0,3%, Dow Jones melonjak 231 poin, dan Nasdaq 100 menguat tipis 0,1%.
Pasar sebelumnya sempat melemah karena rumor pemecatan Powell yang memicu kekhawatiran baru di tengah inflasi yang masih tinggi dan ketegangan perdagangan global. Namun, sentimen membaik setelah Trump memberikan klarifikasi dan pelaku pasar melihat peluang bahwa kebijakan suku bunga tetap akan dijalankan secara hati-hati.
Dari sisi data ekonomi, Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk Juni stagnan, memberikan sedikit kelegaan setelah data CPI (harga konsumen) sehari sebelumnya mencatat lonjakan tahunan tercepat sejak Februari. Data ini meredakan tekanan pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga lebih agresif oleh The Fed.
Di sisi korporasi, Bank of America turun 0,3% karena pendapatannya meleset dari ekspektasi, sementara Morgan Stanley turun 1,3% meski mencetak laba yang solid. Sebaliknya, Goldman Sachs naik 1% setelah mengalahkan estimasi laba, dan Johnson & Johnson melonjak 6,2% berkat hasil yang kuat dan revisi naik proyeksi kinerja tahunan.(yds)
Sumber: Trading Economics