Saham Asia Melemah, Jepang Pimpin Penurunan karena Ancaman Tarif Trump
Pasar saham Asia dibuka melemah pada hari Rabu (2/7) pasca Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan menunda tenggat waktu 9 Juli untuk menaikkan tarif atas mitra dagang AS. Indeks saham regional Asia turun 0,2%, dengan saham Jepang memimpin penurunan sebesar 1% setelah Trump kembali mengkritik Jepang karena menolak impor beras AS dan mengancam kenaikan tarif lebih tinggi.
Di sisi lain, indeks dolar AS sedikit melemah di awal sesi Asia setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 2022, sementara imbal hasil obligasi AS stabil usai naik sehari sebelumnya.
Investor kini mencermati keputusan Trump terkait tarif April yang ditangguhkan selama 90 hari untuk memberi ruang negosiasi. Meskipun pasar saham global sebelumnya sangat sensitif terhadap berita perdagangan, kini banyak pelaku pasar melihat risiko lebih kecil, dengan indeks-indeks saham mendekati level tertinggi sepanjang masa.
Ketenangan ini sebagian didorong oleh harapan bahwa Trump akan kembali mengancam lebih dulu lalu mundur, seperti yang telah beberapa kali terjadi sebelumnya.
Menurut analis Phillip Wool dari Rayliant Global Advisors, pergerakan Trump lebih bersifat teater politik untuk menekan mitra dagang, bukan ancaman nyata. Sementara itu, Neil Newman dari Astris Advisory Jepang menyatakan bahwa pernyataan Trump hanyalah “kebisingan” dan bukan ancaman besar bagi saham Jepang. Ia menilai terlalu banyak kepentingan di meja perundingan bagi AS untuk benar-benar mundur dari negosiasi dengan Jepang, meskipun Trump tetap akan mendorong negosiasi hingga ke titik maksimal untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih menguntungkan.
Sumber: Blomberg