Trump Ingin Ganti Ketua Fed Lebih Cepat, Apa Dampaknya ke Asia?
Pasar saham Asia dibuka menguat pada Kamis (26/6), dipimpin oleh reli saham Jepang yang mendorong kenaikan indeks regional MSCI Asia-Pasifik sebesar 0,3%. Penguatan indeks Topix membantu mengimbangi pelemahan ekuitas Australia, sementara kontrak saham AS dibuka datar setelah S&P 500 tak bergerak dan Nasdaq 100 naik tipis 0,2% semalam, didorong rekor baru dari Nvidia Corp. Kinerja saham Asia juga dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian global, mulai dari kebijakan tarif AS hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS jangka pendek turun setelah data terbaru memicu ekspektasi bahwa suku bunga bisa dipangkas jika ketidakpastian mereda. Penurunan imbal hasil dua tahun sebesar empat basis poin menunjukkan peningkatan permintaan terhadap aset aman. Sementara itu, dolar AS melemah setelah laporan bahwa Donald Trump mempertimbangkan mengumumkan pengganti Ketua Fed Jerome Powell lebih awal, meskipun masa jabatannya masih tersisa 11 bulan. Pelemahan dolar mendorong harga emas tetap stabil setelah sebelumnya naik 0,3%.
Gencatan senjata antara Israel dan Iran yang memasuki hari kedua turut meredakan kecemasan pasar energi global, meski harga minyak tetap bergejolak. Rusia dikabarkan terbuka untuk meningkatkan produksi dalam pertemuan OPEC+ berikutnya, sementara komentar Trump soal sanksi Iran kembali memicu kekhawatiran. Trump juga menyatakan AS akan bertemu dengan Iran pekan depan, meski ia meragukan tercapainya kesepakatan diplomatik soal program nuklir negara tersebut.
Di sisi kebijakan moneter, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan sulit memprediksi dampak inflasi dari tarif yang diberlakukan AS, dan ketidakpastian perdagangan menjadi alasan utama bank sentral menahan suku bunga. Analis pasar memperkirakan Fed mungkin baru mulai memangkas suku bunga pada September 2025, tergantung perkembangan tarif dan pertumbuhan ekonomi. Di Asia, bank sentral Hong Kong juga turun tangan dengan membeli dolar lokal untuk mempertahankan patokan mata uang terhadap dolar AS, menunjukkan upaya stabilisasi regional di tengah ketidakpastian global.
Source: (ayu-newsmaker)