Pasar Asia Tak Kompak, Ketegangan Israel-Iran dan Data China Jadi Sorotan
Pasar Asia-Pasifik sebagian besar naik pada hari Jumat (20/06) karena investor menunggu data China, dan terus menilai meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.
Raksasa Asia tersebut diharapkan akan merilis suku bunga pinjaman satu tahun dan lima tahun untuk bulan Juni nanti.
Investor juga memantau konflik Israel-Iran karena Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan apakah akan mendukung militer Israel dan menyerang Teheran. Gedung Putih mengatakan bahwa ia akan membuat keputusan akhir dalam dua minggu ke depan.
Patokan Jepang Nikkei 225 mengawali hari dengan kenaikan 0,24% sementara indeks Topix yang lebih luas datar.
Tingkat inflasi inti negara itu naik menjadi 3,7% pada bulan Mei, level tertinggi sejak Januari 2023. Metrik tersebut — yang tidak termasuk biaya untuk makanan segar — lebih tinggi dari 3,6% yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters, dan berada di atas angka April sebesar 3,5%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,45% sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 0,59%.
Di Australia, S&P/ASX 200 mengawali hari dengan kenaikan 0,23%.
Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 23.185, menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI di angka 23.237,74.
Kontrak berjangka saham AS turun pada jam-jam awal perdagangan Asia karena investor mencermati perkembangan terbaru di Timur Tengah.
Semalam di Amerika Serikat, perdagangan reguler ditutup untuk hari libur Juneteenth.(ayu)
Sumber: CNBC