• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

20 November 2024 08:45  |

Tiongkok pertahankan suku bunga acuan pinjaman saat Beijing menilai dampak stimulus

Bank sentral Tiongkok pada hari Rabu(20/11) mempertahankan suku bunga acuan pinjaman utamanya tidak berubah, karena Beijing menilai dampak dari langkah-langkah stimulus yang ada.

Bank Rakyat Tiongkok mengatakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman utama 1 tahun pada 3,1%, dan LPR 5 tahun pada 3,6%.

Pengamat pasar yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PBOC akan mempertahankan suku bunga pinjaman tidak berubah bulan ini.

Pada bulan Oktober, Tiongkok melaporkan pertumbuhan yang lebih lambat dari yang diharapkan dalam output industri dan investasi aset tetap. Penurunan tahunan dalam investasi real estat dari Januari hingga Oktober juga meningkat tajam dari tahun sebelumnya.

Hanya penjualan ritel yang mengalahkan ekspektasi, naik 4,8% tahun-ke-tahun, yang menunjukkan bahwa stimulus baru-baru ini telah mulai menetes ke sektor-sektor ekonomi tertentu.

Sejak akhir September, otoritas Tiongkok telah meningkatkan pengumuman stimulus untuk memacu pertumbuhan ekonomi, yang telah terseret turun oleh krisis properti yang berkepanjangan serta sentimen konsumen dan bisnis yang lemah.

Awal bulan ini, Kementerian Keuangan meluncurkan paket fiskal 5 tahun senilai total 10 triliun yuan ($1,4 triliun) untuk mengatasi masalah utang pemerintah daerah, sekaligus mengisyaratkan dukungan ekonomi yang lebih besar dapat diberikan tahun depan.

Bank sentral Tiongkok juga berencana untuk mempertahankan kebijakan moneter yang mendukung, kata Gubernur Pan Gongsheng, yang telah mengindikasikan pada bulan Oktober bahwa masih ada ruang untuk memangkas beberapa suku bunga kebijakan utama pada akhir tahun.

Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan Tiongkok akan melambat menjadi sekitar 4% dalam dua tahun ke depan, dan telah menurunkan ekuitas Tiongkok menjadi "sedikit kurang berat" dalam catatan tertanggal Minggu, menyebut lingkungan deflasi dan meningkatnya ketegangan perdagangan sebagai risiko.

Kemenangan pemilihan Donald Trump, yang kemungkinan akan membawa tarif yang lebih tinggi pada ekspor Tiongkok, telah menambah ketidakpastian atas ekonomi Tiongkok yang sangat bergantung pada ekspor.(Azf)

Sumber: CNBC

Related News

MARKET UPDATE

Pasar Eropa Ditutup Lebih Tinggi; Saham Minyak dan Gas Turun

Pasar Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Senin, menguat sepanjang sore karena investor meninjau situasi geopolitik di Timur...

29 October 2024 11:01
MARKET UPDATE

Pasar Eropa Dibuka Lebih Rendah Menjelang Data Pertumbuhan E...

Pasar Eropa menuju pembukaan negatif pada hari Rabu karena investor menunggu data pertumbuhan terbaru dari kawasan tersebut, ...

30 October 2024 13:24
HANGSENG

Hang Seng Berakhir 0,4% Lebih Tinggi Ditengah sentimen posit...

Hang Seng meningkat 87 poin atau 0,4% hingga ditutup pada level 19.664 pada hari Selasa(19/11), menandai sesi kedua kenaikann...

19 November 2024 15:25
HANGSENG

Indeks Hang Seng Naik 0,8%; Alibaba Memimpin Kenaikan

Indeks Hang Seng dibuka Menguat 0,8%, naik 146,05 menjadi 18.159,21, karena saham menguat selama enam hari berturut-turut di ...

20 September 2024 09:07
BIAS23.com NM23 Ai