Bursa Eropa Tertahan, Minyak Naik!
Bursa saham Eropa bergerak lesu pada perdagangan Senin (29/06) karena investor masih mencermati ketegangan di Timur Tengah. Indeks STOXX 600 turun tipis 0,03% ke level 635,66 setelah bergerak volatil dalam sepekan terakhir. Indeks utama seperti DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan FTSE 100 Inggris cenderung datar, sementara FTSE MIB Italia melemah 0,2%.
Tekanan pasar muncul setelah Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat serangan militer pada akhir pekan, menyusul gangguan terhadap kapal komersial di sekitar Selat Hormuz. Meski kedua negara telah sepakat menghentikan serangan balasan menjelang pertemuan teknis di Doha pada Selasa, investor masih ragu untuk mengambil posisi besar karena kesepakatan damai sementara tersebut dinilai rapuh.
Harga minyak yang kembali naik juga menambah kekhawatiran pasar. Gangguan pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting energi dunia, membuat investor kembali memperhitungkan risiko pasokan. Kenaikan harga minyak berpotensi memicu tekanan inflasi baru, terutama di tengah kekhawatiran bahwa bank sentral masih dapat mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menunggu data tenaga kerja Amerika Serikat pekan ini yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve. Di Eropa, investor turut menanti data sentimen ekonomi bulan Juni serta pidato Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, untuk mencari petunjuk arah suku bunga zona euro. Dari sisi saham individual, Nagarro melonjak 90% setelah menerima tawaran akuisisi, sementara Prosus naik 2% setelah merilis laporan kinerja tahunan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id