Bursa Eropa Menguat, Premi Risiko Timur Tengah Membesar
Saham-saham Eropa dibuka menguat pada Rabu (4/3) setelah sesi sebelumnya tertekan oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. Indeks Stoxx 600 naik 0,6% tak lama setelah pembukaan, dengan FTSE 100 London naik 0,1% sementara DAX Jerman dan CAC 40 Prancis masing-masing menguat sekitar 0,5%.
Namun, penguatan pagi ini tetap berlangsung dalam lanskap risiko yang rapuh. Pasar masih mencerna gelombang risk-off yang mendorong penurunan tajam pada Selasa, ketika kekhawatiran perang yang berlarut dan lonjakan harga energi menekan sentimen lintas aset, terutama pada sektor yang sensitif terhadap pertumbuhan dan biaya pendanaan seperti perbankan serta industri.
Spanyol menjadi outlier di kawasan, dengan IBEX 35 bergerak mendekati datar setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutus seluruh perdagangan dengan negara itu. Ancaman tersebut muncul setelah Madrid menolak memberi izin penggunaan pangkalan militer bersama di Spanyol untuk operasi terkait serangan terhadap Iran, menambah lapisan risiko kebijakan pada bursa domestik Spanyol di tengah tensi geopolitik yang meningkat.
Dari sisi fundamental, transmisi utama ke pasar Eropa saat ini berada pada kanal energi dan inflasi. Gangguan pasokan dan ketidakpastian jalur pengiriman mendorong harga minyak dan gas naik, memperbesar risiko inflasi impor di Eropa dan pada gilirannya dapat menggeser ekspektasi suku bunga. Kombinasi inflasi energi dan volatilitas suku bunga biasanya menekan valuasi ekuitas, khususnya sektor siklikal, sekalipun terjadi pemantulan jangka pendek di pembukaan.
Perhatian pasar berikutnya akan tertuju pada perkembangan operasi militer AS-Israel terhadap Iran dan respons Iran, dinamika harga minyak dan gas, serta bagaimana Uni Eropa merespons ancaman dagang terhadap salah satu anggotanya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id