Dow dan S&P 500 Bertahan di Rekor Tertinggi, Nasdaq Tertekan
Indeks Dow Jones naik 0,3% ke rekor tertinggi baru pada hari Jumat (12/12), dan S&P 500 juga bertahan di level puncak, sementara investor terus melakukan rotasi keluar dari saham sektor teknologi menuju saham-saham sektor value. Di sisi lain, Nasdaq justru melemah sekitar 0,5%.
Saham Broadcom turun 6% meskipun berhasil melampaui estimasi kinerja kuartal IV dan memproyeksikan penjualan chip AI akan berlipat ganda, sehingga memberi tekanan tambahan pada saham-saham terkait AI lainnya seperti AMD dan Micron. Sektor keuangan, kesehatan, dan industri justru diuntungkan dari rotasi ini, dengan Citigroup, Eli Lilly, dan GE Aerospace termasuk di antara saham yang menonjol. Pergeseran ini terjadi setelah pemangkasan suku bunga ketiga oleh The Fed tahun ini, yang mendorong kenaikan saham-saham siklikal dan yang sensitif terhadap kondisi ekonomi. Lululemon melonjak 10% setelah mengumumkan bahwa CEO-nya akan mengundurkan diri.
Saham Cannabis reli tajam menyusul laporan bahwa Presiden Donald Trump akan melonggarkan pembatasan federal, mengangkat saham Tilray hingga naik 33% dan Canopy Growth sekitar 23%. Secara mingguan, S&P 500 diperkirakan menguat sekitar 0,5%, Dow Jones sekitar 1,6%, sementara Nasdaq tertinggal dengan kenaikan nyaris 0,1%.(yds)
Sumber: Tradingeconomics.com