USD/JPY Menguat Usai Terjadi Gempa dan Tsunami
USD/JPY naik sekitar 0,25% ke dekat 159,00 pada sesi Eropa Senin (20/04). Hal ini didorong juga oleh pelemahan yen Jepang, setelah serangkaian bencana alam di Jepang. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian risiko domestik, sementara dolar AS tetap solid.
Pada waktu yang sama, gempa berkekuatan 7,3 dilaporkan terjadi di lepas pantai timur Honshu. NHK juga menyebut adanya tsunami yang teramati di lepas pantai Jepang. Di sisi operasional, Hokkaido Electric Power menyatakan tidak ada abnormalitas di PLTN Tomari pascagempa, sehingga fokus pasar lebih banyak pada dampak risiko dan sentimen, bukan gangguan fasilitas inti.
Yen sebelumnya sudah melemah sejak awal hari seiring meningkatnya keraguan bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada rapat kebijakan 28 April. Investor menilai BoJ berpotensi menghindari penyesuaian kebijakan karena adanya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Jepang, terutama setelah guncangan energi negatif yang memperbesar risiko perlambatan.
Di sisi lain, dolar AS diperdagangkan firm karena permintaan safe haven meningkat setelah Iran menolak melakukan putaran negosiasi lanjutan dengan AS. Indeks dolar (DXY) naik sekitar 0,1% ke dekat 98,30. Pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyebut belum ada rencana putaran kedua untuk saat ini, sementara sumber senior Iran menilai kelanjutan blokade AS terhadap kapal Iran menggerus jalur pembicaraan damai.
Lebih lanjut, pasar juga menanti sidang konfirmasi Kevin Warsh, kandidat pilihan Presiden Donald Trump untuk posisi Ketua The Fed, di hadapan Senate Banking Committee pada Selasa. Pelaku pasar akan mencermati sinyal pandangan Warsh soal arah kebijakan moneter, terutama di tengah kekhawatiran ekspektasi inflasi yang kembali “lepas jangkar” ketika harga minyak naik. (asd)
Sumber: Newsmaker.id