Ketegangan Naik, Tapi Emas Tertekan oleh Kekuatan Dolar
Harga emas masih berada di bawah level psikologis US$4.800 dan cenderung tertekan pada perdagangan terbaru, meskipun ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Secara umum, kondisi ini menunjukkan bahwa faktor geopolitik saat ini tidak cukup kuat untuk mendorong kenaikan emas, karena pasar lebih fokus pada penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi.
Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Selain itu, kenaikan yield obligasi AS meningkatkan daya tarik aset berbasis bunga, sehingga mengurangi minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kombinasi ini menjadi faktor dominan yang menahan pergerakan emas dalam jangka pendek.
Di sisi lain, ketegangan AS–Iran justru memperkuat kekhawatiran inflasi global, terutama melalui kenaikan harga energi. Namun efek ini lebih banyak mendorong ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, yang pada akhirnya kembali menjadi tekanan bagi emas. Lingkungan suku bunga tinggi secara historis memang cenderung membatasi kenaikan logam mulia.
Kesimpulannya, pelemahan emas di bawah US$4.800 bukan berarti risiko global menurun, tetapi lebih karena pergeseran fokus pasar ke dolar dan yield. Selama imbal hasil obligasi AS tetap tinggi dan dolar tetap kuat, emas kemungkinan akan bergerak terbatas, bahkan jika ketegangan geopolitik masih berlanjut.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id