• Thu, Mar 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 March 2026 16:28  |

Yen Dekati Terlemah Tahun Ini, Strategis Nilai Ambang Intervensi Jepang Naik

Yen rentan melemah lebih jauh karena bergerak dekat level terlemahnya terhadap dolar AS tahun ini, sementara para strategis menilai Jepang kini memiliki ambang yang lebih tinggi untuk melakukan intervensi demi membela mata uangnya.

Yen sempat melemah ke sekitar 159,24 per dolar pada Kamis, mendekati level yang sempat memicu “rate check” pada Januari. Terakhir, yen diperdagangkan di kisaran 158,80 per dolar.

Namun latar belakang pasar dinilai sudah berubah. Kenaikan harga minyak yang terkait konflik Iran, ditambah data ekonomi AS yang masih solid, menguatkan dolar secara fundamental. Kondisi ini membuat otoritas Jepang lebih sulit membenarkan intervensi, karena pergerakan USD/JPY kini terlihat sebagai bagian dari penguatan dolar secara luas—bukan semata spekulasi terhadap yen.

“Ambang intervensi sekarang lebih tinggi,” kata Rodrigo Catril, currency strategist di National Australia Bank. Ia menilai intervensi kecil kemungkinan terjadi kecuali pergerakan USD/JPY menjadi tidak teratur. Menurutnya, area 158–159 sebelumnya adalah “garis di pasir”, namun kini garis barunya mungkin bergeser lebih dekat ke 162.

Sinyal ini juga tercermin di pasar opsi. Indikator one-week risk reversals—barometer posisi dan sentimen—berbalik mendukung dolar untuk pertama kalinya dalam lima bulan pada Kamis, menandakan pasar mulai memasang proteksi terhadap skenario USD/JPY yang lebih tinggi.

Ketergantungan Jepang yang besar pada impor energi dari Timur Tengah membuat lonjakan harga minyak memperburuk neraca perdagangan dan memicu inflasi, sehingga secara alami menekan yen. Di saat yang sama, dolar mendapat dukungan dari arus safe haven, memperkuat tekanan terhadap yen.

Ini berbeda dengan kondisi Januari, ketika pelemahan yen dinilai lebih dipengaruhi positioning dan momentum spekulatif. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama memang menegaskan pemerintah bisa bertindak untuk meredam pergerakan valas yang berlebihan, termasuk melalui intervensi. Namun pejabat Jepang berulang kali menekankan fokus mereka adalah volatilitas yang “berlebihan”, bukan membela level tertentu.

JPMorgan juga menilai otoritas AS kini punya insentif lebih kecil untuk melakukan “rate check” dibanding Januari. Dalam catatan Rabu, strategis JPMorgan termasuk Junya Tanase mengatakan karena kenaikan USD/JPY dipicu penguatan dolar yang luas, intervensi akan sulit dibenarkan bahkan jika pasangan ini masuk ke area 160-an. Mereka mempertahankan proyeksi USD/JPY jangka menengah hingga panjang di 164.

Yen sempat mendapat dukungan setelah kemenangan besar Perdana Menteri Sanae Takaichi pada pemilu majelis rendah bulan lalu. Namun mata uang itu kembali melemah setelah laporan media menyebut Takaichi berhati-hati terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut, serta setelah ia menunjuk dua anggota yang cenderung dovish ke dewan kebijakan Bank of Japan.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

USD/JPY

GDP Jepang Mengecewakan, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ ...

Pasangan USD/JPY mengawali pekan dengan penguatan dan kembali menembus level 153,00 pada sesi Asia, memutus tren pelemahan li...

16 February 2026 08:21
USD/JPY

Yen Jepang Bertahan di Dekat Level Tertinggi 6 Bulan

Yen Jepang menguat ke level 142,5 per dolar pada hari Senin (14/4), mendekati level tertingginya dalam lebih dari enam bulan,...

14 April 2025 11:23
USD/JPY

Yen Jepang Tetap Kuat Di Tengah Ekspektasi Boj Yang Agresif

Yen Jepang (JPY) tetap menguat terhadap mata uang Amerika untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Senin (02/06) dan tampak...

2 June 2025 09:54
USD/JPY

Yen Jepang Menguat Setelah Pemilihan Majelis Tinggi

Yen Jepang menguat mendekati 148 per dolar pada hari Senin, memulihkan sebagian kerugian minggu lalu setelah koalisi yang ber...

21 July 2025 07:57
BIAS23.com NM23 Ai