• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

28 October 2025 18:28  |

Dolar Melemah Sambut Pertemuan Trump–Xi dan Rapat Bank Sentral

Dolar AS melemah pada hari Selasa (28/10) menjelang rangkaian pertemuan bank sentral yang kemungkinan akan menghasilkan pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat, sementara investor juga mencermati tur Asia Presiden Donald Trump dengan harapan tercapainya kesepakatan dagang dengan Tiongkok.

Yen menguat lebih dari 0,6% ke 151,855 per dolar AS menjelang pertemuan Bank of Japan pekan ini, di mana bank sentral tersebut diperkirakan akan menahan suku bunga, namun fokus pasar adalah apakah mereka akan memberi sinyal waktu kenaikan suku bunga berikutnya. Komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent turut mengangkat yen setelah ia menyerukan “kebijakan moneter yang sehat” saat bertemu dengan mitranya dari Jepang, Satsuki Katayama, dalam kritik terbarunya terhadap lambatnya kenaikan suku bunga BoJ.

Investor juga menilai pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, di Tokyo pada hari Selasa. Dalam pertemuan itu, Trump menyambut janji Takaichi untuk mempercepat pembangunan militer Jepang dan menandatangani kesepakatan terkait perdagangan dan mineral tanah jarang.

HARAPAN KESPAKATAN DAGANG DENGAN TIONGKOK TETAP ADA

Sinyal awal meredanya ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia membantu mendorong reli aset berisiko pada hari Senin, dan mendorong dolar melemah terhadap mata uang lain. Namun investor tetap waspada bahwa kesepakatan nyata AS–Tiongkok nantinya mungkin tidak terlalu besar.

Sorotan akan tertuju pada pertemuan antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan pada hari Kamis. “Saya sangat menghormati Presiden Xi dan saya rasa kita akan pulang membawa sebuah kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One sebelum mendarat di Tokyo. Pejabat Tiongkok sejauh ini masih berhati-hati soal pembicaraan dagang dengan AS dan belum banyak bicara mengenai hasil akhirnya.

Vasu Menon, Managing Director strategi investasi di OCBC, mengatakan ada kemungkinan tidak akan ada “penyelesaian sempurna atau bahkan penyelesaian penuh dalam beberapa hal, dan masalahnya bisa saja ditunda untuk dibahas nanti.” Ia menambahkan, “Kalau dua negara adidaya ekonomi dengan pemimpin yang sama-sama keras kepala mencoba membuat kesepakatan, bisa dibayangkan prosesnya tidak akan mulus.” Meski begitu, menurut Menon, bila kedua pemimpin bisa menunjukkan kemajuan nyata, itu mungkin sudah cukup untuk memuaskan pasar saat ini, karena investor sedang mencari alasan untuk menjaga reli kenaikan aset berisiko tetap berjalan.

Ekspektasi terhadap hasil pembicaraan dagang dan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin membuat posisi dolar melemah. Euro menyentuh level tertinggi satu minggu di $1,1668 pada hari Selasa, sementara poundsterling terakhir diperdagangkan di $1,3368, naik 0,25% pada hari itu. Indeks dolar AS, yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang lain, turun 0,19% ke 98,58 setelah sebelumnya melemah 0,15% pada sesi sebelumnya.

FOCUS KE RAPAT FED

Dengan pemangkasan suku bunga The Fed yang sudah hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar, pelaku pasar kini akan mengamati apakah bank sentral AS mulai memberi sinyal untuk mengakhiri program pengetatan neraca (quantitative tightening). Fokus lainnya adalah apakah The Fed dan Ketua Jerome Powell akan memberi kejelasan soal pemangkasan suku bunga lebih lanjut, mengingat pemerintahan AS masih dalam kondisi shutdown sehingga pembuat kebijakan kekurangan data ekonomi terbaru. Para trader bahkan sudah memperkirakan pemotongan suku bunga lagi pada bulan Desember.

Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) hampir pasti akan menahan suku bunga pada Kamis ini, sementara pasar masih ragu apakah pelonggaran kebijakan akan dilanjutkan tahun depan. Dolar Australia, yang sering dianggap sebagai barometer selera risiko, menguat 0,11% ke $0,6563 — level tertinggi dua minggu. Dolar Selandia Baru juga naik tipis ke $0,5782.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai