• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

28 October 2025 08:29  |

Dolar AS Melemah, Fed Siap Potong Bunga?

Indeks Dolar AS (DXY) turun ke sekitar 98,70 pada sesi Asia pagi Selasa, di bawah level 99,00, karena pasar makin yakin The Fed akan menurunkan suku bunga lagi minggu ini. Pelemahan dolar ini terjadi jelang keputusan kebijakan The Fed pada Rabu, yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%. Pelaku pasar menilai peluang pemangkasan itu hampir pasti, dengan probabilitas sekitar 97% menurut harga kontrak fed funds. Ekspektasi bahwa suku bunga AS bakal turun membuat daya tarik dolar sedikit berkurang.

Pasar juga akan memantau komentar Ketua The Fed Jerome Powell setelah keputusan suku bunga. Nada yang terlalu dovish (terlalu longgar) bisa menekan dolar lebih jauh karena itu memberi sinyal bahwa bank sentral siap terus memangkas suku bunga untuk mendukung ekonomi AS yang sedang melambat di tengah shutdown pemerintah dan pasar tenaga kerja yang mulai melemah. Tetapi kalau Powell terdengar hati-hati soal inflasi yang masih di atas target 2%, dolar bisa bertahan karena pasar akan menilai The Fed tidak mau terlalu agresif memangkas bunga.

Di sisi lain, kabar hubungan AS–Tiongkok juga ikut main peran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan AS dan Tiongkok sudah mencapai kerangka awal kesepakatan dagang, termasuk menahan ancaman tarif AS 100% untuk barang Tiongkok dan menunda kontrol ekspor mineral tanah jarang oleh Beijing. Kesepakatan awal ini akan dibawa langsung ke pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan pada Kamis. Perkembangan ini bisa memberi dukungan jangka pendek bagi dolar karena dianggap menurunkan risiko konflik dagang besar-besaran antara dua ekonomi terbesar dunia.

Pasangan mata uang utama bergerak campuran. Dolar AS terhadap yen sempat melemah dari puncaknya setelah sebelumnya menembus area 153 per dolar, karena pasar mulai menimbang peluang Bank of Japan akhirnya memberi sinyal arah kebijakan yang sedikit lebih ketat. Di saat yang sama, sentimen risiko yang membaik membuat mata uang komoditas seperti dolar Australia ikut menguat terhadap dolar AS, karena Australia sangat sensitif terhadap prospek ekonomi Tiongkok. Dengan kata lain, pergerakan DXY di sekitar 98-an ini lagi jadi cerminan dua cerita besar: The Fed yang (mungkin) lebih longgar, dan tensi AS–Tiongkok yang (mungkin) lebih jinak.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai