• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

24 October 2025 16:18  |

Dolar Masih Stabil Jelang Data Inflasi AS

Dolar AS bergerak stabil pada hari Jumat (24/10), namun masih berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan tipis terhadap mata uang utama lainnya, seiring investor menanti data inflasi yang tertunda dan dinilai kecil kemungkinannya menghalangi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga pekan depan.

Kekhawatiran perang dagang kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan seluruh pembicaraan dagang dengan Kanada dihentikan menyusul apa yang ia sebut sebagai iklan menyesatkan dari provinsi Ontario yang menampilkan mantan Presiden Ronald Reagan berbicara negatif tentang tarif.

Dolar Kanada sedikit melemah ke 1,4008 per dolar AS, namun reaksi pasar secara keseluruhan cukup tenang. Fokus investor tetap pada pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan depan.

Harapan ada kemajuan dalam pembicaraan Trump–Xi

Pertemuan di Korea Selatan itu memunculkan harapan akan adanya penyelesaian atas perang dagang yang naik-turun antara dua ekonomi terbesar dunia.

“Saya pikir ekspektasi cukup tinggi untuk pertemuan Trump–Xi, dengan potensi positif adalah terjadinya de-eskalasi yang signifikan setelah pertemuan tatap muka,” kata Ben Bennett, kepala strategi investasi untuk Asia di L&G Asset Management.

“Investor mulai terbiasa dengan pola pernyataan agresif yang kemudian diikuti kompromi dan kesepakatan di headline, jadi semoga ini menjadi contoh lain. Eskalasi dengan Kanada juga bisa jadi bagian dari proses kesepakatan.”

Akhirnya, data inflasi AS

Investor menanti Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk September yang akan dirilis pada Jumat malam meski pemerintah AS telah memasuki pekan ketiga penutupan (shutdown). Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan kenaikan bulanan 0,4% untuk headline dan kenaikan 0,3% untuk inti.

Meskipun para analis tidak memperkirakan data tersebut akan menghalangi rencana The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pekan depan, rilis ini bisa memberi isyarat tentang langkah bank sentral pada pertemuan Desember.

Pelaku pasar hampir sepenuhnya memperhitungkan pemangkasan suku bunga pekan depan dan satu kali lagi pada pertemuan Desember.

“Ini jelas penting karena kita sudah lama tidak mendapat data resmi, jadi saya pikir pasar akan memberi bobot sedikit lebih besar dari biasanya,” kata Dominic Bunning, kepala strategi valas G10 di Nomura.

Euro bergerak datar di $1,1614 dan menuju penurunan sekitar 0,3% untuk sepekan. Aktivitas bisnis di zona euro tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada Oktober, dipimpin sektor jasa, menurut survei pada Jumat.

Pound melemah 0,1% ke $1,3311, meski penjualan ritel lebih kuat dari perkiraan yang didorong permintaan emas dari peritel perhiasan daring.

Indeks dolar, yang mengukur kinerja mata uang AS terhadap enam mata uang lainnya, menuju kenaikan sekitar 0,5% untuk sepekan. Terakhir naik kurang dari 0,1% di 98,99.

Mencermati sanksi baru

Sanksi baru AS terhadap pemasok besar Rusia, Rosneft (ROSN.MM) dan Lukoil (LKOH.MM), terkait perang Rusia di Ukraina mendorong lonjakan harga minyak, setelah pekan lalu Inggris juga menjatuhkan sanksi pada dua perusahaan yang sama.

Hal itu menekan mata uang negara importir minyak, termasuk yen. Nasib yen juga terkait dengan kebijakan Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, yang banyak dipandang “dovish” secara fiskal dan moneter.

Yen Jepang melemah ke posisi terendah dua minggu dan terakhir berada di 152,85 per dolar AS. Data pada Jumat pagi menunjukkan inflasi inti Jepang tetap di atas target 2% bank sentral, menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Sementara Takaichi tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi yang kemungkinan melampaui $92 miliar tahun lalu untuk membantu rumah tangga menghadapi inflasi, menurut sumber pemerintah yang mengetahui rencana tersebut kepada Reuters pada Rabu.

Hal itu bisa menjadi hambatan bagi Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga pekan depan, dengan para trader hanya memberi peluang 19% untuk kenaikan.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai