Dolar AS Menguat Tipis Jelang Rilis Data Inflasi
Dolar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang utama pada Senin (11/8), sehari sebelum rilis data inflasi AS yang dapat membantu menentukan apakah Federal Reserve akan menurunkan suku bunga bulan depan. Indeks dolar naik 0,3% ke 98,52 setelah pekan lalu melemah 0,4%. Terhadap yen, dolar naik 0,2% menjadi 148,085. Pasar Jepang tutup pada Senin untuk libur Mountain Day.
Euro melemah 0,3% ke $1,16123, sedangkan poundsterling turun 0,2% ke $1,34335. Menurut Michael Brown, analis pasar di broker online Pepperstone London, penguatan dolar yang relatif tipis ini didukung oleh penyesuaian ekspektasi kebijakan Fed yang sedikit lebih hawkish, kemungkinan karena pelaku pasar menutup posisi menjelang risiko dari rilis data CPI besok.
Pekan lalu, dolar melemah karena investor menyesuaikan ekspektasi pemangkasan suku bunga setelah data pekerjaan dan manufaktur AS yang lemah. Pejabat Fed semakin menunjukkan kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja, mengindikasikan kemungkinan pemangkasan suku bunga secepatnya pada September.
Inflasi yang melandai dapat memperkuat keyakinan pasar akan pemangkasan tersebut, namun jika tarif impor yang diterapkan Presiden Donald Trump terbukti memicu kenaikan harga, Fed mungkin akan menahan diri.
Francesco Pesole, ahli strategi FX di ING, mengatakan bahwa kenaikan 0,3% pada CPI inti bulan Juli akan memberi ruang bagi Fed untuk memangkas suku bunga, mengingat kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk. Survei Reuters memperkirakan CPI inti naik 0,3% di Juli, mendorong inflasi tahunan ke 3%.
Saat ini, pasar uang memperkirakan peluang sekitar 90% untuk pemangkasan suku bunga bulan depan, dengan total 58 basis poin pelonggaran hingga akhir tahun, setara dua kali pemangkasan 25 bps dan peluang sepertiga untuk pemangkasan ketiga.
Dolar nyaris tidak terpengaruh oleh keputusan Trump yang menandatangani perintah eksekutif memperpanjang penangguhan kenaikan tarif impor barang-barang Tiongkok selama 90 hari, yang menurut sebagian pelaku pasar sudah sesuai perkiraan.
Dolar Australia diperdagangkan di $0,6515, turun 0,2% menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia pada Selasa yang diperkirakan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,60% setelah inflasi kuartal II lebih rendah dari perkiraan dan tingkat pengangguran tertinggi dalam 3,5 tahun.
Di pasar kripto, bitcoin naik 1,1% menjadi $119.679, mendekati rekor 14 Juli di $123.153,22, setelah perintah eksekutif Trump pada Kamis lalu yang mengizinkan kepemilikan kripto di akun pensiun AS. Ether menguat 1,9% ke $4.298,23, tertinggi sejak Desember 2021.(yds)
Sumber: Reuters