Dolar Melemah Jelang Data Klaim Pengangguran, Keputusan Suku Bunga BoE
Dolar AS sedikit melemah pada Kamis (7/8) karena ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve meningkat, sementara ketidakpastian perdagangan global masih membayangi.
Pada pukul 08:10 GMT, Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,1% ke posisi 97,877, setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya.
Fokus Pasar: Klaim Pengangguran AS
Mata uang dolar terus berada di bawah tekanan sejak laporan pekerjaan AS pekan lalu menunjukkan hasil mengecewakan. Aktivitas sektor jasa AS yang lemah di awal pekan ini juga memperkuat pandangan bahwa tarif yang diterapkan pemerintahan Trump mulai membebani ekonomi.
Pasar kini menantikan data klaim awal pengangguran mingguan yang diperkirakan naik sebesar 3.000 menjadi 221.000 untuk pekan yang berakhir 2 Agustus. Berdasarkan alat CME FedWatch, peluang The Fed memangkas suku bunga pada September kini mencapai 94%, naik dari 48% seminggu lalu. Totalnya, pasar memperkirakan pemangkasan sebesar 60,5 basis poin hingga akhir tahun ini.
Investor juga memantau perkembangan kebijakan tarif global, setelah Presiden Donald Trump menyatakan lewat media sosial bahwa tarif dagang terhadap negara-negara besar akan mulai berlaku mulai tengah malam.
Pergerakan Mata Uang Lain
EUR/USD naik 0,2% ke 1,1689, didukung oleh laporan bahwa Trump bisa bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin secepatnya pekan depan, sebagai bagian dari upaya diplomasi untuk mengakhiri perang di Ukraina.
GBP/USD menguat 0,2% ke 1,3378 menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE) yang dijadwalkan pada hari ini. BoE diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya dari 4,25% menjadi 4%, yang menjadi pemangkasan kelima dalam setahun terakhir. Fokus investor kini tertuju pada panduan kebijakan selanjutnya, karena bank sentral Inggris harus menghadapi dilema antara pasar tenaga kerja yang melemah dan inflasi yang masih tinggi.
USD/JPY turun 0,3% ke 146,94, meskipun muncul laporan simpang siur bahwa AS akan menambahkan tarif 15% ke bea masuk atas barang Jepang yang sudah ada.
AUD/USD naik 0,4% ke 0,6526 setelah data neraca perdagangan Australia bulan Juni menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan, didorong oleh lonjakan ekspor sebesar 6%, pulih tajam dari kontraksi di bulan sebelumnya.(yds)
Sumber: investing.com