Dolar AS Melemah, Pasar Cemaskan Ekonomi dan Politik Dalam Negeri
Dolar AS masih berada di posisi lemah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis, didorong oleh kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS dan meningkatnya tekanan politik dalam proses pengambilan kebijakan. Data tenaga kerja yang lemah dan spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve semakin menekan nilai tukar dolar.
Pekan lalu, laporan nonfarm payrolls menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang jauh di bawah ekspektasi, memicu penurunan tajam dolar. Selain itu, Presiden Donald Trump memecat pejabat yang bertanggung jawab atas data ketenagakerjaan dan berencana segera menunjuk pengganti untuk posisi di Dewan Gubernur The Fed, serta menyusun daftar kandidat untuk ketua bank sentral berikutnya.
Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar semakin memperkirakan penurunan suku bunga. Berdasarkan data CME FedWatch, kemungkinan The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September kini mencapai 94%, naik tajam dari 48% seminggu sebelumnya. Secara total, pasar memperkirakan akan ada lebih dari 60 basis poin pemangkasan tahun ini.
Sementara itu, euro sedikit melemah menjadi $1.1654 setelah menguat 0,7% di sesi sebelumnya, namun tetap didukung harapan negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, indeks dolar AS sempat naik tipis 0,1% ke 98.259, namun masih dalam tren turun. Pound sterling dan dolar Australia stabil, sementara Bitcoin turun tipis 0,1% ke $115.038.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id