Dolar AS Tetap Menguat di Tengah Data Campuran dan Fokus ke The Fed
Dolar AS bertahan kuat pada hari Selasa setelah menguat tajam pada awal pekan, mencatat lonjakan harian tertinggi sejak Mei. Penguatan ini didorong oleh kesepakatan perdagangan besar yang diumumkan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa pada hari Minggu. Investor melihat kesepakatan ini sebagai kemenangan strategis bagi AS, yang diyakini akan memperkuat posisi ekonominya dan mendukung nilai tukar Dolar.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mencerminkan kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama, saat ini diperdagangkan di sekitar level psikologis 99,00 — level tertingginya sejak akhir Juni. Momentum bullish ini diperkuat oleh meredanya ketegangan perdagangan global dan kinerja ekonomi AS yang cukup solid. Meski ada data ekonomi yang beragam, sentimen terhadap Dolar tetap positif karena kepercayaan terhadap arah kebijakan AS meningkat.
Meskipun begitu, data ekonomi terbaru menunjukkan sinyal campuran. Indeks kepercayaan konsumen meningkat menjadi 97,2 pada Juli, melebihi perkiraan dan menandakan optimisme publik. Namun, data JOLTS menunjukkan penurunan lowongan kerja menjadi 7,44 juta, lebih rendah dari bulan sebelumnya dan di bawah ekspektasi. Ini memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja mungkin mulai sedikit mendingin, meski belum mengkhawatirkan.
Dolar AS sendiri mengalami rebound signifikan sejak menyentuh titik terendahnya pada awal Juli di 96,38. Dengan penguatan lebih dari 2% sepanjang bulan ini, Dolar berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan pertamanya sejak Februari. Selain didorong oleh kesepakatan dagang, Dolar juga mendapat dukungan dari pembicaraan perdagangan yang produktif dengan negara-negara seperti Jepang, Indonesia, dan Vietnam.
Kini, fokus utama pasar beralih ke keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu malam waktu setempat. Meskipun The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, pasar akan mencermati komentar Ketua Jerome Powell. Nada hawkish atau dovish dari pernyataannya terkait inflasi dan prospek ekonomi akan sangat memengaruhi arah pergerakan Dolar selanjutnya, yang saat ini berada di dekat level tertinggi multi-minggu.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id