DXY Turun ke 100,82, Jeda Konflik AS-Iran Tekan Dolar
Dolar Amerika Serikat melemah pada perdagangan Senin (27/7), setelah ketegangan antara AS dan Iran mereda sepanjang akhir pekan. Indeks dolar turun ke sekitar level 100, menghapus sebagian kenaikan minggu lalu karena harga minyak ikut terkoreksi dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai mereda.
Amerika Serikat menghentikan sementara kampanye serangan terhadap Iran sejak Jumat malam, tanpa pengumuman resmi. Di sisi lain, Teheran menyatakan telah mengakhiri operasi balasan militernya dan melakukan pembicaraan dengan Oman terkait Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling penting di dunia.
Pelemahan dolar juga terlihat terhadap sejumlah mata uang utama. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,2%, sementara imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun empat basis poin ke 4,64%. USD/JPY melemah 0,2% menjadi 163,55, sedangkan AUD/USD naik 0,3% menjadi 0,6998, EUR/USD menguat 0,3% menjadi 1,1407, dan GBP/USD bertambah 0,2% menjadi 1,3356.
Meski begitu, pasar belum sepenuhnya melepaskan risiko geopolitik. Analis Westpac Richard Franulovich menilai dolar memulai pekan dalam tekanan karena pemerintahan AS terlihat mulai membuka jalan keluar dari konflik Iran. Namun, ia memperingatkan bahwa ruang untuk reli sentimen masih terbatas karena aliran minyak belum kembali normal dan risiko di depan Laut Merah masih membayangi.
Dari sisi dampak pasar, pelemahan dolar dapat memberi penguatan bagi mata uang utama lainnya, emas, dan aset berisiko dalam jangka pendek. Namun, fokus pasar kini beralih ke pertemuan Federal Reserve, data PDB kuartal II, inflasi PCE, serta laporan keuangan perusahaan besar AS. Jika The Fed memberi sinyal hawkish atau tekanan inflasi kembali meningkat, dolar AS berpotensi kembali mendapat dukungan. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id