Dolar AS Stabil, Pasar Timbang Inflasi Reda dan Konflik Iran
Indeks dolar AS bergerak relatif datar di dekat level 101 pada perdagangan Rabu (15/07). Pelaku pasar masih menimbang data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang berpotensi kembali memicu tekanan inflasi.
Data Producer Price Index atau PPI AS turun tak terduga sebesar 0,3% pada Juni, lebih rendah dari perkiraan pasar yang memproyeksikan tidak ada perubahan. Secara tahunan, baik inflasi produsen utama maupun inti juga berada di bawah ekspektasi.
Data tersebut menyusul rilis CPI AS pada Selasa yang juga lebih rendah dari perkiraan. Kombinasi CPI dan PPI yang lebih dingin memperkuat sinyal bahwa tekanan inflasi mulai melandai, meskipun risiko dari harga energi masih membayangi akibat konflik AS-Iran.
Dari sisi dampak market, dolar AS berpotensi bergerak terbatas karena pasar mulai memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Peluang kenaikan suku bunga pada September kini diperkirakan sekitar 49%, turun dari 70% pada pekan lalu. Namun, jika konflik AS-Iran kembali mendorong harga minyak naik dan menghidupkan risiko inflasi, dolar bisa kembali mendapat dukungan sebagai aset safe haven. (asd)
Sumber: Newsmaker.id