• Mon, Jul 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

6 July 2026 19:43  |

Dolar Kehilangan Tenaga

Momentum penguatan dolar Amerika Serikat mulai melemah setelah pasar menunda ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Indeks dolar AS atau DXY saat ini (06/07) bergerak di sekitar 100,7–101,0, setelah sempat tertekan oleh data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Kekecewaan terhadap laporan tenaga kerja AS bulan Juni menjadi pemicu utama perubahan ekspektasi pasar. Data Nonfarm Payrolls hanya bertambah 57.000 pekerjaan, jauh di bawah perkiraan sekitar 110.000–115.000. Selain itu, data April dan Mei juga direvisi turun, sehingga pasar melihat tanda pendinginan yang lebih jelas di pasar tenaga kerja AS.

Setelah data tersebut keluar, trader mulai menunda perkiraan kenaikan suku bunga The Fed. Awalnya pasar masih melihat peluang kenaikan lebih cepat, tetapi ekspektasi kini bergeser lebih jauh ke akhir tahun. Kondisi ini ikut menekan indikator sentimen dolar karena minat beli terhadap greenback mulai berkurang.

Meski begitu, dolar AS belum sepenuhnya masuk tren bearish. DXY masih bertahan di sekitar area 101, dan Reuters mencatat dolar kembali stabil setelah pelemahan pekan lalu karena pasar masih menunggu petunjuk dari risalah rapat FOMC bulan Juni. Selain itu, yen Jepang masih berada dekat level terendah 40 tahun di sekitar 162 per dolar AS, sehingga dolar tetap mendapat dukungan terhadap mata uang tersebut.

Dolar juga masih memiliki keunggulan suku bunga dibandingkan beberapa mata uang utama negara G10. Namun, keunggulan itu tidak cukup kuat untuk terus mendorong reli jika The Fed belum mengambil tindakan nyata. Pasar kini membutuhkan bukti lebih jelas, bukan hanya sinyal dari pejabat bank sentral.

Dengan kondisi saat ini, reli dolar yang didorong ekspektasi suku bunga kemungkinan sedang masuk fase jeda. Selama DXY masih bertahan di atas 100,50, dolar masih punya peluang konsolidasi. Namun, jika turun di bawah area tersebut, tekanan jual bisa berlanjut ke sekitar 100,00.Sebaliknya, jika DXY kembali menembus 101,50, peluang rebound ke 101,80–102,00bisa terbuka.(yds)

Sumber: Newsmaker.id 

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai