Dolar Menguat Tipis, The Fed Masih Jadi Kunci
Indeks dolar Amerika Serikat bergerak naik tipis pada awal pekan dan berada di sekitar level 101. Meski menguat, posisi dolar masih dekat level terendah dalam tiga pekan setelah pada pekan lalu mencatat penurunan mingguan terbesar sejak April.
Tekanan terhadap dolar muncul setelah laporan tenaga kerja AS bulan Juni menunjukkan pertumbuhan pekerjaan melambat tajam. Data tersebut membuat investor mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Harga minyak yang turun ke level sebelum konflik juga ikut memengaruhi sentimen pasar. Penurunan harga energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi baru, sehingga alasan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga secara agresif menjadi lebih lemah.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September berada di sekitar 56%. Angka ini turun dari sekitar 64% sebelum data tenaga kerja dirilis. Investor kini menunggu risalah rapat FOMC pekan ini untuk mencari petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga.
Pada perdagangan Senin, dolar mencatat penguatan paling kuat terhadap yen Jepang. Yen masih berada dekat level terendah dalam 40 tahun, sementara ancaman intervensi dari otoritas Jepang membuat trader tetap berhati-hati dalam mengambil posisi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id