Dolar Melemah, NFP Jadi Kunci Selanjutnya
Indeks dolar Amerika Serikat atau DXY melemah ke sekitar level 101,20 pada perdagangan Kamis (02/7) sesi Eropa. Pelemahan ini terjadi karena pasar mulai berhati-hati menjelang rilis data tenaga kerja utama Amerika Serikat malam ini.
Meski turun di bawah 101,50, prospek jangka pendek dolar AS masih dinilai positif. Secara teknikal, momentum Relative Strength Index atau RSI masih menunjukkan nada bullish, sehingga peluang penguatan dolar belum sepenuhnya hilang.
Fokus utama pasar tertuju pada data Nonfarm Payrolls atau NFP AS untuk bulan Juni. Pasar memperkirakan ekonomi Amerika Serikat menambah sekitar 110.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di 4,3%.
Jika data NFP keluar lebih lemah dari perkiraan, dolar AS berpotensi kembali tertekan terhadap mata uang utama lainnya. Hasil yang lemah akan membuat pasar menilai ekonomi AS mulai melambat dan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve bisa ikut mereda.
Sebaliknya, jika data tenaga kerja keluar lebih kuat dari ekspektasi, dolar AS berpeluang kembali menguat tajam. Analis Mitsubishi UFJ Bank, Akihiko Yokoo, menilai dolar dapat mempercepat kenaikan jika payrolls melampaui perkiraan pasar. Secara teknikal, resistance terdekat DXY berada di 101,80, sementara area bawah yang perlu dipantau ada di sekitar 101,05.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id