Dolar AS Stabil di 99 Saat Risiko Iran Jaga Permintaan Safe Haven
Dolar AS bergerak relatif stabil pada perdagangan hari Rabu (27/5), ditopang kehati-hatian pasar setelah ketegangan terkait konflik Iran kembali muncul dan mengurangi keyakinan akan tercapainya kesepakatan cepat. Indeks dolar berada di sekitar 99,08, sementara USD/JPY melemah ke sekitar 159,45, kembali mendekati area 160 yang sensitif karena pasar mewaspadai potensi intervensi otoritas Jepang.
Di sisi data, kepercayaan konsumen AS pada Mei turun tipis ke 93,1, dengan komponen kondisi saat ini melemah meski ekspektasi membaik. Rilis ini memperkuat narasi bahwa tekanan biaya hidup dan inflasi terkait energi masih membebani sentimen rumah tangga, yang dapat memengaruhi jalur konsumsi jika bertahan.
Di Asia-Pasifik, dolar relatif lebih kuat terhadap beberapa mata uang komoditas setelah inflasi Australia melambat ke 4,2% YoY, yang menurunkan urgensi pengetatan lanjutan dan menekan AUD. Dari sisi transmisi, inflasi yang lebih rendah cenderung mengurangi ekspektasi suku bunga, mempersempit dukungan yield dan menahan mata uang domestik.
Yang dipantau pasar selanjutnya adalah headline negosiasi AS–Iran (terutama timeline pembukaan Hormuz), pergerakan USD/JPY di sekitar 160 terkait risiko intervensi, serta rangkaian data AS pekan ini—termasuk indikator aktivitas dan inflasi—yang dapat mengubah ekspektasi suku bunga dan arah dolar.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id