Dolar dan Minyak Turun di Tengah Optimisme Perdamaian Iran
Dolar AS turun terhadap mayoritas mata uang utama pada Senin (25/5), dipicu harapan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz yang menekan harga minyak di bawah $100 per barel. USD/JPY melemah 0,2% ke 158,94, sementara EUR/USD menguat 0,31% menjadi $1,11639 dan GBP/USD naik 0,42% ke $1,34865. Dolar Australia dan Selandia Baru masing-masing menguat 0,5% dan 0,37%.
Minyak Brent turun 4,5% ke $98,9 per barel, dan WTI turun 4,4% ke $88,98 per barel, mencerminkan ekspektasi pasar bahwa aliran minyak melalui Hormuz bisa segera kembali. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyebut memorandum pemahaman dengan Iran “sebagian besar telah dinegosiasikan,” blokade AS di selat tetap diberlakukan hingga kesepakatan final tercapai.
Pihak Iran menegaskan bahwa banyak topik telah dibahas, namun belum ada tanda-tanda penandatanganan kesepakatan dalam waktu dekat. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Washington akan menindaklanjuti Iran dengan “cara lain” jika kesepakatan gagal.
Sementara itu, pasar Eropa dan sebagian besar AS, Hong Kong, dan Inggris tutup karena libur, sehingga likuiditas menipis. Pasar kini menantikan data ekonomi penting minggu ini, termasuk laporan tenaga kerja ADP AS dan survei kepercayaan konsumen Zona Euro.
Harga minyak dan dolar tetap sensitif terhadap perkembangan diplomasi, dengan investor memantau ketegangan dan kemajuan negosiasi sebagai faktor penentu arah pasar jangka pendek. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id