• Thu, Jun 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 May 2026 16:53  |

Pasar Tunggu Risalah Fed, Dolar Mendominasi Mata Uang Global

Dolar AS masih mempertahankan penguatannya pada Rabu (20/5), seiring Brent crude bertahan di level sekitar $100 per barel, menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk melanjutkan serangan terhadap Iran jika kesepakatan perdamaian gagal dicapai. Indeks spot dolar Bloomberg naik 0,1%, melanjutkan kenaikan 0,4% dari sesi Selasa. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS 2 dan 10 tahun sedikit turun sekitar 3 basis poin, menahan pelemahan sebelumnya.

Trump menyatakan bahwa serangan AS bisa dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari dorongan untuk menekan Iran mencapai kesepakatan, setelah sempat menunda aksi militer sebelumnya. Di sisi lain, pembicaraan Xi Jinping dan Vladimir Putin di Beijing menegaskan hubungan strategis antara China dan Rusia, memberi konteks geopolitik tambahan bagi pasar global.

Di pasar valuta, GBP/USD sempat turun hingga 1,3375 sebelum memangkas sebagian kerugian, terpengaruh data inflasi Inggris yang turun ke level terendah lebih dari satu tahun. Penurunan inflasi mendorong pasar untuk memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England, meski ekonom memperingatkan tekanan harga masih ada. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris 2 tahun turun 10 bps ke 4,41%.

USD/JPY stabil di 159,07, sementara Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan kesiapan intervensi untuk menopang yen. EUR/USD turun 0,2% ke 1,1584, posisi terendah sejak 7 April, dengan momentum bullish euro melemah. EUR/GBP anjlok 0,1% ke 0,8656, mencatat tiga hari penurunan berturut-turut, terlama sejak lebih dari dua bulan terakhir.

Pasar kini menantikan rilis minutes FOMC untuk melihat arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang menjadi kunci bagi pergerakan dolar dan pasangan mata uang global lainnya. Aktivitas opsi di Eropa tercatat 70%-75% dari rata-rata, namun keterlibatan investor besar di pasar spot relatif minim.

Secara keseluruhan, dollar tetap mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi Fed yang lebih hawkish, sementara euro dan yen menghadapi tekanan dari risiko global dan intervensi pasar. (Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai