Ini Penyebab DXY Menguat!
US Dollar Index (DXY) menguat ke sekitar 99.87 pada perdagangan sesi Asia Senin (6/04). Penguatan ini ditopang data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Data dari Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan ekonomi AS menambah 178.000 pekerjaan pada Maret, berbalik dari penurunan 133.000 pada Februari (revisi dari -92.000). Angka Maret juga melampaui perkiraan pasar yang hanya memproyeksikan kenaikan 60.000, sementara tingkat pengangguran turun tipis ke 4,3%, yang disebut banyak dipengaruhi penyusutan jumlah angkatan kerja.
Setelah rilis tersebut, ekspektasi pasar mengarah pada kebijakan suku bunga yang lebih ketat lebih lama. Kontrak berjangka menunjukkan hampir tidak ada peluang perubahan suku bunga pada rapat FOMC 28–29 April, dan probabilitas sekitar 77,5% bahwa The Fed diperkirakan bertahan (stay on hold) hingga akhir tahun, berdasarkan CME FedWatch.
Faktor geopolitik turut memperkuat dukungan safe haven bagi dolar. Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat hari Selasa bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, disertai ancaman menyerang pembangkit listrik dan jembatan bila tidak dipenuhi, sementara pihak Iran menyatakan akan membalas serangan terhadap infrastrukturnya dan menargetkan infrastruktur sejenis yang dimiliki atau terkait dengan AS.
Pasar kini menunggu rilis ISM Services PMI AS untuk Maret yang dijadwalkan terbit pada Senin. Jika data jasa keluar lebih lemah dari perkiraan, ruang kenaikan DXY berpotensi tertahan dalam jangka pendek karena pelaku pasar menilai ulang kekuatan momentum ekonomi AS. (asd)
Sumber: Newsmaker.id