Dolar Kuat, Tapi Yield Naik: Ada Sinyal Inflasi?
Dolar AS kembali jadi “bintang” di pasar FX. US Dollar Index (DXY) bertahan di area 98,3 pada perdagangan Eropa hari Senin (2/3), di dekat level tertinggi sekitar lima minggu, saat investor kembali mengutamakan aset aman di tengah gejolak geopolitik dan lonjakan energi.
Tekanannya terasa jelas di mata uang utama: EUR/USD turun ke sekitar 1,174 dan GBP/USD ke sekitar 1,335.
Menariknya, dolar juga menguat terhadap “safe haven” lain. USD/JPY terangkat ke sekitar 157,18, sementara USD/CHF berada di sekitar 0,772—menunjukkan arus perlindungan nilai tidak cuma mengalir ke yen atau franc, tapi juga balik ke USD.
Di pasar obligasi, yield US Treasury 10 tahun naik tipis ke sekitar 3,97%. Setelah sempat turun karena dorongan safe haven, yield berbalik karena pasar mulai menghitung dampak inflasi dari energi yang mahal—yang bisa bikin ruang pemangkasan suku bunga The Fed jadi lebih rumit.
Ke depan, fokus trader bakal terbagi dua: headline geopolitik (yang mengatur “risk-on/risk-off”) dan rangkaian data AS pekan ini (ISM, data tenaga kerja hingga NFP) yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga—dan otomatis mengubah arah dolar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id