DXY Mengunci Arah, Inflasi Grosir AS Siap Mengguncang
Indeks dolar AS (DXY) bergerak stabil di sekitar 97,8 pada Jumat, melanjutkan pola perdagangan sideways sepanjang pekan karena pelaku pasar menanti rilis data inflasi yang berpotensi mengubah ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Pasar memperkirakan PPI Januari menunjukkan perlambatan inflasi grosir menjadi 0,3% (MoM), turun dari 0,5% pada Desember.
Dari sisi tenaga kerja, data yang dirilis Kamis menunjukkan initial dan continuing jobless claims berada di bawah perkiraan, mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap solid dan perusahaan masih cenderung mempertahankan pekerja. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa The Fed masih punya ruang untuk bersikap hati-hati.
Dengan inflasi yang dinilai masih tinggi, pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga setidaknya hingga Juni, sambil menyeimbangkan risiko inflasi dengan potensi perlambatan ekonomi. Karena itu, rilis PPI menjadi katalis penting untuk mengukur apakah tekanan harga di tingkat produsen mulai benar-benar mereda.
Di luar data, investor tetap memantau ketidakpastian tarif AS setelah muncul sinyal tarif untuk sejumlah negara berpotensi naik dari 10% menjadi 15%. Selain itu, kesepakatan AS dan Iran untuk melanjutkan negosiasi nuklir pekan depan turut menjaga pasar waspada terhadap risiko geopolitik.
Secara bulanan, dolar berpeluang menutup periode ini dalam posisi lebih kuat mengakhiri tren pelemahan tiga bulan beruntun—namun arah lanjutan tetap sangat bergantung pada sinyal inflasi dari PPI dan data harga berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id