Trump Bicara, Dolar Siap Goyang
Dolar AS bergerak relatif stabil terhadap mata uang utama pada hari Rabu, seiring pelaku pasar menunggu sinyal baru dari pidato kenegaraan (State of the Union) Presiden Donald Trump. Bloomberg Dollar Spot Index turun sekitar 0,1%, menghapus sebagian kenaikan kecil pada sesi sebelumnya, sementara imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun nyaris tidak berubah di sekitar 3,46%.
Pasar menilai pidato Trump penting bukan hanya dari sisi politik domestik, namun juga sebagai petunjuk arah kebijakan yang berpotensi memicu volatilitas global. Investor terutama mencermati komentar terkait kebijakan tarif serta perkembangan Iran, karena kedua tema yang dinilai mampu mengubah selera risiko dan arus modal secara cepat di pasar mata uang.
Di pasar G-10, dolar Australia (AUD) menjadi salah satu penggerak utama setelah data inflasi Januari melampaui perkiraan. AUD/USD naik sekitar 0,3% ke 0,7081, didukung ekspektasi bahwa tekanan harga yang lebih kuat dapat membuat kebijakan moneter Australia tetap lebih ketat dari proyeksi sebelumnya. Sejumlah pelaku pasar juga menilai risiko geopolitik AS–Iran membuat investor cenderung mengecewakan, sehingga AUD lebih menarik untuk dibeli saat terjadi pelemahan.
Sementara itu, pergerakan mata uang lain cenderung terbatas: NZD/USD naik tipis ke 0,5973, USD/JPY turun ke 155,64, EUR/USD menguat tipis ke 1,1785, dan GBP/USD naik ke 1,3510. Secara umum, pasar valas berada dalam mode “wait-and-see”, menunggu konfirmasi arah kebijakan AS dan perkembangan geopolitik yang bisa menjadi pemicu volatilitas berikutnya.(asd)
Sumber : Newsmaker.id