Dolar Melemah, Pasar Menilai Kembali Risiko Tarif Trump
Dolar AS jatuh terhadap sebagian besar mata uang G10 setelah rencana tarif terbaru Presiden Donald Trump kembali memicu kekhawatiran tentang arah kebijakan ekonomi AS dan daya tarik aset Amerika. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun hingga 0,3%, mencerminkan investor yang menjadi lebih defensif terhadap risiko kebijakan.
Tekanan muncul setelah Trump mengumumkan bea masuk global 15%, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif "timbal balik" yang lebih luas. Seorang analis melihat pelemahan dolar sebagai kelanjutan dari "krisis kepercayaan" pada aset AS, karena pasar melihat ketidakpastian kebijakan yang signifikan yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan inflasi.
Di pasar Asia, USD/JPY turun sekitar 0,4% menjadi 154,39 dalam perdagangan yang tipis karena hari libur di Jepang. Sementara itu, seorang pejabat senior AS menekankan bahwa kekalahan Trump di Mahkamah Agung tidak akan membatalkan kesepakatan perdagangan yang ada dengan mitra, termasuk Jepang, dalam upaya untuk meredakan kekhawatiran bahwa perjanjian yang ada akan terganggu.
Di antara mata uang utama lainnya, EUR/USD menguat sekitar 0,3% menjadi 1,1822. Sementara itu, AUD/USD sedikit turun sebesar 0,2% menjadi 0,7070, meskipun pasangan mata uang ini sebelumnya mencatat kenaikan selama lima minggu berturut-turut—rentetan terpanjangnya sejak 2024. (asd)
Sumber: Newsmaker.id