Dolar Menguat ke Puncak 4 Pekan, Data AS Jadi Pemicu
Indeks dolar AS (DXY) menguat mendekati level 98 pada Kamis (19/2), berada di dekat puncak empat pekan. Penguatan ini didorong kombinasi data ekonomi AS yang solid serta nada hawkish dari Federal Reserve yang membuat pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif tahun ini.
Risalah rapat terbaru FOMC menunjukkan para pembuat kebijakan terbelah soal arah suku bunga, dengan sebagian pihak masih membuka kemungkinan kenaikan lanjutan bila inflasi tetap tinggi. Sinyal ini menahan harapan “cut rate cepat” dan membantu dolar mempertahankan momentum.
Dolar juga mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan AS–Iran yang mendorong harga minyak naik. Kenaikan minyak memunculkan kembali kekhawatiran inflasi, sehingga pasar menilai The Fed punya ruang lebih kecil untuk melonggarkan kebijakan secara agresif—kondisi yang cenderung positif bagi dolar.
Dari sisi data, klaim pengangguran awal (Initial Jobless Claims) turun lebih besar dari perkiraan menjadi 206 ribu pada pekan lalu, mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap tangguh. Sementara itu, defisit perdagangan AS tahun 2025 disebut masih berada di antara yang terbesar dalam sejarah, menambah perhatian pasar pada keseimbangan eksternal AS.
Meski ekspektasi pelonggaran sudah dipangkas, pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan 25 bps hingga akhir tahun. Artinya, arah dolar selanjutnya masih sangat bergantung pada apakah data inflasi dan aktivitas ekonomi berikutnya menguatkan narasi “higher for longer” atau justru membuka kembali ruang cut rate.(yds)
Source: Newsmaker.id