Dolar Dapat Amunisi dari Data, Fokus Pindah ke PCE
Dolar AS melanjutkan penguatannya pada hari Rabu (18/2) setelah data durable goods AS keluar lebih baik dari perkiraan, meredakan kekhawatiran pasar soal perlambatan permintaan barang bernilai besar. Pasar kini mengalihkan fokus ke rilis FOMC meeting minutes yang bisa memberi petunjuk seberapa “sabar” The Fed sebelum membuka ruang pemangkasan suku bunga.
Pesanan barang tahan lama tercatat turun 1,4% pada Desember usai melonjak 5,4% di November, namun kontraksi ini tetap lebih ringan dibanding ekspektasi -2,0%. Artinya, data memang melemah, tapi belum menunjukkan jatuh yang dalam—cukup untuk menjaga sentimen terhadap dolar tetap solid.
Setelah data tersebut, indeks dolar (DXY) bergerak naik dan sempat mencetak level intraday lebih tinggi. Pada update terbaru, DXY berada di sekitar 97,43 dengan kenaikan sekitar +0,34%.
Berikutnya, sorotan pasar mengarah ke minutes The Fed (rilis 19.00 GMT / 14.00 ET) untuk membaca “bar” yang diminta bank sentral sebelum cut rate berlanjut. Setelah itu, data PCE dan rilis pertumbuhan ekonomi juga akan ikut membentuk ekspektasi suku bunga.
Menurut pandangan pasar, kombinasi inflasi yang masih lengket dan ekonomi yang tetap kuat bisa menjaga imbal hasil tetap tinggi—dan itu biasanya jadi bensin tambahan buat dolar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id