Dolar Turun Tipis Usai CPI, Menuju Rugi Mingguan Ketiga
Dolar AS bergerak melemah tipis pada Jumat setelah laporan inflasi Januari menunjukkan tekanan harga lebih adem dari perkiraan. Dollar Index (DXY) turun sekitar 0,1% ke 96,87 dan masih mengarah ke penurunan mingguan ±0,6%, seiring pasar menaikkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.
Pemicu utamanya datang dari CPI AS: inflasi headline tercatat 2,4% YoY (di bawah konsensus 2,5% dan turun dari 2,7% Desember), sementara kenaikan bulanan 0,2% juga lebih rendah dari bulan sebelumnya. Namun, core CPI masih bertahan di kisaran yang “lengket”, sehingga sinyalnya bukan “inflasi beres”, melainkan “melandai perlahan”.
JPMorgan menilai rilis CPI ini mengarah ke pendinginan core PCE (indikator inflasi favorit The Fed) yang berjalan lebih bertahap—membuat Fed kemungkinan tetap wait-and-see kecuali ada kejutan pelemahan di pasar tenaga kerja. Pasar juga masih menimbang dampak kebijakan tarif yang bisa menahan penurunan inflasi sepanjang tahun.
Di Eropa, euro relatif tenang. EUR/USD cenderung stabil setelah estimasi awal menunjukkan ekonomi zona euro tumbuh 0,3% QoQ pada kuartal IV 2025 (juga 0,3% untuk Uni Eropa), memberi bantalan sentimen meski pasar masih menunggu data keras lanjutan.
Sementara itu, yen jadi sorotan pekan ini: pergerakan USD/JPY relatif datar di sekitar 152-an, tapi secara mingguan dolar tercatat turun sekitar 2,8% vs yen, mencerminkan derasnya permintaan yen setelah komentar pejabat Jepang yang bernada lebih tegas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id