Dolar AS Bangkit! Data CPI dan Politik Bikin Pasar Tahan Napas
Dolar AS pulih mendekati level tertinggi satu bulan pada perdagangan awal Asia hari Rabu(14/1) setelah data inflasi (CPI) AS sesuai perkiraan. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada akhir bulan, meskipun ada tekanan dari Gedung Putih untuk menurunkannya. Indeks dolar AS naik 0,3% menjadi 99,18, memulihkan kerugian dari hari Senin yang sempat terdampak ancaman Presiden Trump terhadap Ketua Fed, Jerome Powell.
Para pejabat bank sentral global dan CEO bank besar Wall Street mendukung independensi Fed, menekankan bahwa campur tangan politik bisa memicu inflasi lebih tinggi dan biaya pendanaan pemerintah meningkat. Pasar bersikap hati-hati, menunggu sinyal lebih jelas, tetapi ekspektasi tetap bahwa Fed akan menjaga suku bunga stabil. Data menunjukkan harga konsumen AS naik 0,3% pada Desember, didorong biaya sewa dan makanan yang lebih tinggi setelah efek penutupan pemerintah sebelumnya mulai mereda.
Di pasar mata uang, dolar AS stabil di 159,025 yen Jepang setelah yen melemah karena spekulasi pemilihan parlemen mendadak oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi. Dolar juga stabil terhadap yuan Tiongkok di 6,9708 menjelang data perdagangan Desember, dan sedikit menguat terhadap dolar Australia dan Selandia Baru. Euro dan poundsterling Inggris tetap stabil di level masing-masing.
Sementara itu, aset kripto ikut merespons pergerakan pasar. Bitcoin naik 1,8% menjadi $95.752, mencapai level tertinggi dua bulan, sementara ether melonjak 4,0% menjadi $3.334. Kenaikan ini menandakan minat investor tetap tinggi terhadap aset alternatif saat dolar menguat dan pasar menahan napas menunggu perkembangan ekonomi dan politik AS. (az)
Sumber: Nwesmaker.id