• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

3 January 2026 03:23  |

Dolar Bangkit Di Awal 2026, Pasar Tunggu Data The Fed

Dolar AS membuka perdagangan awal 2026 dengan nada lebih kuat pada Jumat (2/1), memutus tren pelemahan tahun lalu terhadap mayoritas mata uang utama. Penguatan ini muncul saat pelaku pasar bersiap menghadapi rangkaian rilis data ekonomi penting pekan depan yang bisa memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve sekaligus sentimen pasar global.

Sepanjang 2025, dolar mencatat penurunan tahunan terdalam dalam delapan tahun—melemah lebih dari 9%—seiring menyempitnya selisih suku bunga AS dengan negara lain. Kekhawatiran soal kondisi fiskal AS, risiko perang dagang, serta isu independensi The Fed juga terus membebani, dan faktor-faktor tersebut dinilai masih menjadi perhatian di 2026.

Sorotan pasar kini tertuju pada “banjir” data ekonomi yang berpuncak pada laporan payroll Jumat depan. Data ini akan menjadi petunjuk apakah The Fed masih membuka ruang pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Pasar bahkan mulai memprice-in dua kali pemangkasan, lebih agresif dibanding proyeksi internal Fed yang cenderung hanya satu kali. Di sisi lain, penutupan pasar Jepang dan China pada Jumat membuat volume perdagangan cenderung tipis.

Indeks dolar yang melacak kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang naik 0,1% ke 98,08. Euro melemah 0,15% ke $1,1720, meski sepanjang 2025 sempat melesat lebih dari 13%—terbaik sejak 2017—di tengah data manufaktur zona euro Desember yang turun ke level terlemah dalam sembilan bulan. Pound sterling juga turun 0,14% ke $1,3454 setelah mencatat kenaikan 7,7% tahun lalu.

Investor juga memantau faktor politik-moneter: siapa yang akan dipilih Presiden Donald Trump untuk memimpin The Fed berikutnya karena masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei. Trump menyatakan akan mengumumkan pilihan ketua The Fed bulan ini, dan pasar menilai kandidat pilihannya berpotensi lebih condong pada pemangkasan suku bunga, mengingat Trump kerap mengkritik Powell terkait kebijakan suku bunga.

Yen Jadi “Outlier”

Yen Jepang kembali menjadi pengecualian. Mata uang ini melemah 0,12% ke 156,86 per dolar, setelah sepanjang 2025 hanya menguat kurang dari 1% dan masih dekat level terlemah 10 bulan di 157,89. Meski Bank of Japan sudah dua kali menaikkan suku bunga tahun lalu, yen belum banyak terbantu karena pasar menilai langkah BOJ masih kurang agresif. Data LSEG menunjukkan peluang kenaikan suku bunga BOJ berikutnya sebelum Juli masih di bawah 50%. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai