Dolar Menguat Tipis, Fokus pada Risalah Fed
Dolar AS sedikit menguat pada hari Selasa (30/12), dengan Indeks Spot Dolar Bloomberg naik kurang dari 0,1%. Penguatan ini membalikkan kerugian yang terlihat pada perdagangan sebelumnya di Asia dan London, meskipun volume perdagangan tetap rendah menjelang akhir tahun. Dolar tercatat turun sekitar 8,2% tahun ini, penurunan terbesar sejak 2017, dan pasar kini menunggu risalah dari pertemuan Federal Reserve (Fed) bulan Desember, yang dijadwalkan rilis pada pukul 14.00 Waktu New York. Risalah tersebut diharapkan memberikan wawasan lebih dalam mengenai perbedaan pendapat di kalangan pembuat kebijakan Fed.
Mata uang G10 diperdagangkan dalam kisaran sempit, dengan perhatian utama tertuju pada pergerakan yuan China, yang menguat melewati level kunci 7 per dolar untuk pertama kalinya sejak 2023. USD/CNH turun sedikit menjadi 6,9919. Menurut ahli strategi mata uang Shaun Osborne dari Scotiabank, penguatan yuan ini dapat membuka jalan bagi penguatan lebih lanjut mata uang regional lainnya, seperti JPY dan KRW. Sementara itu, pasangan mata uang utama seperti EUR/USD dan GBP/USD bergerak tipis, dengan EUR/USD turun 0,1% menjadi 1,1763, dan GBP/USD melemah 0,3% menjadi 1,3471.
Sementara itu, pasar tetap menantikan data penting lainnya yang akan mempengaruhi sentimen pasar, termasuk laporan tentang inflasi dan kebijakan suku bunga yang dapat memberi petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan Fed di masa mendatang. (Arl)
Source : Newsmaker.id