Dolar AS Terjun Bebas, Data Januari Jadi Kunci Langkah The Fed
Dolar AS mengakhiri pekan terburuknya sejak Juni, dengan Indeks Spot Dolar Bloomberg turun sekitar 0,8% pada pekan ini. Secara tahunan, dolar AS tercatat turun hampir 8%, yang akan menjadi penurunan tahunan terbesar sejak 2017. Penurunan ini terjadi di tengah perdagangan yang lesu karena liburan, dengan banyak pasar tutup pada Jumat lalu, termasuk di Inggris.
Para pedagang kini berfokus pada data ekonomi yang akan datang, khususnya laporan pekerjaan Desember dan angka inflasi konsumen yang akan dirilis pada awal Januari. Data ini diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai langkah selanjutnya dari Federal Reserve, yang baru saja menurunkan suku bunga untuk pertemuan ketiga berturut-turut guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Imbal hasil obligasi AS 10 tahun juga mencatatkan penurunan, turun sekitar dua basis poin menjadi 4,13%, yang menambah tekanan pada dolar. Para pedagang memperkirakan kemungkinan besar Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, tetapi mereka bertaruh pada pemotongan lebih lanjut pada pertengahan tahun dan beberapa bulan setelahnya.
Meskipun dolar AS mengalami penurunan, mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia dan krone Norwegia memimpin kenaikan terhadap dolar AS. Para pedagang juga telah meningkatkan ekspektasi pelemahan dolar selama lima hari berturut-turut, dengan indikator opsi utama menunjukkan posisi yang paling bearish terhadap dolar AS dalam lebih dari tiga bulan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id