• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

26 December 2025 10:24  |

Mengapa USD Terlihat Kuat tapi Sebenarnya Rapuh?

Memasuki 26 Desember 2025, pergerakan dolar AS menunjukkan kondisi yang menarik namun penuh tanda tanya. Secara global, dolar masih berada dalam tekanan setelah sepanjang tahun mengalami pelemahan yang cukup dalam. Indeks dolar (DXY) bergerak cenderung menurun karena pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan pemangkasan suku bunga. Ekspektasi ini membuat imbal hasil obligasi AS turun, sehingga daya tarik dolar sebagai aset berimbal hasil tinggi ikut berkurang dibanding mata uang utama lainnya.

Dari sisi kebijakan moneter, sentimen pasar masih condong ke arah dovish. Pelaku pasar menilai perlambatan di beberapa sektor ekonomi AS memberi ruang bagi The Fed untuk lebih agresif melonggarkan kebijakan. Walaupun bank sentral lain juga melakukan pelonggaran, fokus pasar tetap tertuju pada arah suku bunga AS karena perannya yang dominan dalam sistem keuangan global. Selama ekspektasi pemotongan suku bunga ini bertahan, dolar cenderung sulit menguat secara signifikan.

Data ekonomi AS sendiri sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Pertumbuhan ekonomi masih relatif solid dan beberapa indikator makro berada di atas ekspektasi. Namun, pasar tampak kurang responsif terhadap data positif tersebut karena narasi utama saat ini bukan lagi kekuatan ekonomi, melainkan arah kebijakan The Fed ke depan. Akibatnya, rilis data yang seharusnya mendukung dolar justru hanya memberi dampak terbatas dan bersifat sementara.

Di kawasan Asia, termasuk terhadap rupiah, dolar bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah tipis. Likuiditas yang menipis akibat libur Natal membuat pergerakan harga tidak terlalu agresif, tetapi sentimen risiko yang cukup positif mendorong mata uang regional untuk bertahan. Selama tidak ada gejolak besar dari faktor global, tekanan terhadap dolar di kawasan ini masih berpotensi berlanjut.

Secara keseluruhan, fundamental dolar AS pada 26 Desember 2025 lebih condong ke arah netral–bearish. Dolar masih bisa mendapat dukungan sesaat dari statusnya sebagai safe haven jika terjadi gejolak pasar, tetapi secara fundamental tekanan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga dan penurunan yield membuat potensi penguatan USD terlihat terbatas dalam jangka pendek. (az)

 

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai