Dolar Melemah, Yen Menguat Di Tengah Sentimen Risiko Positif
Dolar AS kembali melemah pada hari Selasa, melanjutkan penurunan yang sudah berlangsung selama dua hari berturut-turut. Sentimen risiko yang membaik menjelang akhir tahun menjadi faktor utama yang mendorong melemahnya dolar. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%, setelah sebelumnya terjun 0,4% pada hari Senin. Investor mulai menunjukkan optimisme menjelang liburan akhir tahun, yang berdampak pada pergerakan mata uang utama.
Yen menguat signifikan, menembus level 157 terhadap dolar, mendukung posisi mata uang Jepang yang sebelumnya sempat tertekan. USD/JPY turun 0,3% ke 156,58, setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan bahwa Jepang memiliki “kebebasan penuh” untuk mengambil tindakan tegas terhadap pergerakan mata uang yang tidak sesuai dengan fundamental.
Rodrigo Catril, strategis mata uang di National Australia Bank, mengatakan bahwa sentimen positif dari sesi New York sebelumnya melanjutkan pengaruhnya hingga sesi perdagangan Asia-Pasifik. “Lingkungan perdagangan menjelang Natal relatif ringan, namun saat ini, jalur kemudahan terendah adalah untuk perpanjangan kelemahan dolar,” ujarnya.
Sementara itu, AUD mendapat dorongan kecil setelah notulen RBA (Bank Sentral Australia) menunjukkan kekhawatiran mereka terhadap risiko inflasi yang meningkat. AUD/USD bergerak stabil di 0.6659, dengan level resistansi di 0.6686-0.6707 yang mencakup puncak tertinggi pada 17 September dan 10 Desember.
Di sisi pasar obligasi, imbal hasil Treasury 2-tahun turun 1 basis poin menjadi 3,50%, sementara imbal hasil Treasury 10-tahun juga merosot 1 basis poin ke 4,16%, mencerminkan pandangan pasar yang lebih dovish terhadap kebijakan moneter AS.
Meskipun ada penurunan kecil dalam nilai dolar, EUR/USD tetap stabil di 1,1767, sementara GBP/USD naik tipis 0,1% menjadi 1,3473, mendukung keyakinan bahwa kondisi pasar tetap positif untuk sebagian besar mata uang utama.
Dengan sentimen pasar yang mendukung risiko, dolar AS diprediksi akan tetap tertekan dalam beberapa hari ke depan. Jika tren ini berlanjut, para investor mungkin akan terus mengalihkan perhatian mereka ke mata uang-mata uang yang lebih stabil, termasuk yen dan australian dollar, yang mendapat keuntungan dari kebijakan domestik yang lebih optimis.(asd)
Sumber: Bloomberg.com