Dolar “Melemah”, Tapi Besok Bisa Jadi Pemicu Besar!
Indeks dolar turun ke 98,2 pada Senin setelah mencatat kenaikan kecil pekan lalu. Pergerakan pasar diperkirakan lebih sepi minggu ini karena libur Natal, sehingga volume transaksi cenderung menurun.
Meski pasar relatif tenang, pelaku pasar tetap siaga terhadap rilis data ekonomi penting. Fokus utama akan tertuju pada data PDB kuartal III (perkiraan awal) yang dijadwalkan rilis pada Selasa.
Data PDB tersebut dipandang sebagai petunjuk utama untuk membaca kesehatan ekonomi AS. Angka ini juga dapat memengaruhi perkiraan pasar mengenai kapan Federal Reserve akan mengambil langkah suku bunga berikutnya.
Saat ini, investor memperkirakan The Fed dapat melakukan dua kali pemangkasan suku bunga tahun depan. Ekspektasi ini menguat seiring muncul tanda-tanda inflasi yang lebih mereda dan pasar tenaga kerja yang mulai melemah.
Pasar menilai kombinasi inflasi yang melandai dan tenaga kerja yang melemah bisa membuka ruang pelonggaran kebijakan. Karena itu, data PDB Selasa akan menjadi penentu apakah narasi “pemangkasan dua kali” masih relevan.
Selain data AS, perhatian trader juga tertuju pada pergerakan yen Jepang. Yen dipantau ketat setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga pekan lalu.
Namun, Gubernur BoJ Kazuo Ueda tetap menyampaikan sikap yang hati-hati setelah kenaikan tersebut. Nada yang tetap waspada ini membuat pasar menilai langkah berikutnya BoJ masih sangat bergantung pada data, sehingga yen tetap berpotensi bergerak sensitif.(asd)
Sumber: Newsmaker.id