• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

18 December 2025 03:20  |

Dolar AS Terbantu Sikap Hati-hati Menjelang Peristiwa Besar

Dolar AS (USD) mendapat permintaan dalam jangka pendek pada Rabu (17/12), didukung oleh kinerja Wall Street yang kurang baik dan komentar “hawkish” dari Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller. Waller mengatakan The Fed tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga, menambahkan bahwa pasar tenaga kerja “sangat lemah” dan pertumbuhan payroll saat ini “tidak bagus”. Namun, Waller tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi karena menurutnya inflasi masih “terjangkar dengan baik”. Indeks Dolar AS (DXY) mundur dari puncak mingguan di area 98,60 dan bergerak bervariasi di pasar valuta asing, tetapi secara keseluruhan masih cenderung lemah.

Poundsterling melemah terhadap dolar AS setelah rilis data dari Inggris. Indeks Harga Konsumen (CPI) utama naik 3,2% secara tahunan pada November, turun dari 3,6% pada Oktober, namun tetap jauh di atas target Bank of England (BoE) sebesar 2%. Pasangan GBP/USD memangkas sebagian besar penurunan intrahari menjelang penutupan, bangkit dari level terendah mingguan baru di 1,3311 dan saat ini bergerak mendekati area 1,3400. BoE dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada Kamis, dan pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 bps menjadi 3,75%.

Pasangan EUR/USD bertahan di atas level 1,1700 dan kembali stabil di area 1,1750. Uni Eropa merevisi turun Indeks Harga Konsumen Harmonisasi (HICP) November dari estimasi awal 2,2% menjadi 2,1% (YoY). Berita ini muncul menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang juga dijadwalkan pada Kamis. ECB secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dan mengulang pesan bahwa kondisi kebijakan saat ini berada di “posisi yang baik”. Fokus pasar akan tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru, termasuk ekspektasi untuk dua tahun ke depan.

Selain rangkaian keputusan bank sentral, Amerika Serikat juga akan merilis CPI November. Indeks tahunan diperkirakan sebesar 3,1%, lebih tinggi dari sebelumnya 3,0%. Pelaku pasar sangat sensitif terhadap data AS yang dapat membentuk keputusan The Fed ke depan.

Mata uang yang terkait komoditas menjadi salah satu yang terburuk kinerjanya terhadap USD, dengan dolar Australia (AUD) dan dolar Kanada (CAD) mencatat pelemahan intrahari. Yen Jepang (JPY) juga melemah terhadap dolar AS, sementara franc Swiss (CHF) justru mampu mencatat kenaikan tipis.

Emas tetap mempertahankan bias positif, namun belum mampu memperpanjang kenaikan mingguannya. Pasabgab XAU/USD diperdagangkan di atas level $4.330 pada akhir sesi Amerika.(yds)

Sumber: FXstreet.com

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai