Dolar Berpotensi Melemah Secara Moderat pada 2026 Terkait Cut Rate
Dolar AS berpotensi melemah secara moderat tahun depan seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya, menurut analis RBC Capital Markets dalam sebuah catatan.
Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga 2 hingga 3 kali tahun depan, sementara bank sentral utama lainnya cenderung menahan suku bunga atau bergerak lebih hati-hati, kata mereka. Namun, jalur pelemahan dolar tidak akan berjalan lurus. Pertumbuhan ekonomi AS masih berpotensi melampaui sebagian besar negara maju lainnya.
Hal tersebut, bersama dengan kinerja aset-aset AS yang lebih unggul, akan terus menarik arus modal masuk ke saham dan instrumen kredit AS, sehingga sesekali bisa memicu fase penguatan dolar, meskipun tren dasarnya perlahan condong ke pelemahan.
RBC memperkirakan indeks dolar DXY akan turun ke level 96,000 pada kuartal IV 2026 dari posisi sekitar 98,184 saat ini.(yds)
Sumber: MarketTalk.com